Tag Archives: indonesia

Klik di sini!: Atheist Census

Ayo ikut berpartisipasi dalam #AtheistCensus, sensus penghitungan ateis dari seluruh dunia! 🙂

Kalau bingung Bahasa Inggrisnya bisa isi yg versi terjemahan Bahasa Indonesia di: http://translate.google.com/translate?sl=en&tl=id&js=n&prev=_t&hl=en&ie=UTF-8&eotf=1&u=http%3A%2F%2Fwww.atheistcensus.com%2F

Jangan lupa isi email, klik tombol “Count Me In” dan klik link konfirmasi di email anda, agar data2 anda masuk hitungan. Bila ada pertanyaan atau kesulitan silahkan hubungi saya di karl@sea-atheists.org 🙂 Salam.

Advertisements

Leave a comment

December 16, 2012 · 10:38 am

Minister warned against regulating multimedia content

Source: http://www.thejakartapost.com/news/2010/02/18/minister-warned-against-regulating-multimedia-content.html

President Susilo Bambang Yudhoyono has warned Communications and Information Minister Tifatul Sembiring against regulating multimedia contents, a plan that sparked strong protests among Internet users this week.

While Yudhoyono did not mention the minister’s name when he issued the warning during a Cabinet meeting here Thursday, he made it clear the warning was meant for Tifatul, who is currently visiting Europe.

The Communications and Information Ministry, which Tifatul heads, has reportedly drafted a ministerial regulation on multimedia content, a move many fear will threaten press freedom and the freedom of speech, despite its aim to “fight cyber crime” including child prostitution.

“I want to remind you all, members of the Indonesian United Cabinet, that if you plan to draft a government regulation or bill, you must first report to the President. After I approve it then you can start drafting the regulation,” Yudhoyono said as he opened the Cabinet meeting at the Presidential Office.

“Maybe there is a belief at this ministry questioning the freedom in the use of technology and its negative impacts on the community and students … but this is a sensitive issue. You can’t just draft such regulations,” he said.

The President said the public should be involved in the drafting of the regulation, and said the ministry should seriously consider the “urgency” and the “aim” of the regulation, as well as working out how it would be implemented.

He also made clear his position on the issue, saying he was not involved in the plan to issue the regulation, adding that perhaps Tifatul was not either.

The draft of the ministerial regulation is said to have only been discussed at the directorate general level, and apparently had not been approved by Tifatul.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Press Freedom Watchdog Slams Multimedia Draft Regulation

Source: http://www.thejakartaglobe.com/home/press-freedom-watchdog-slams-multimedia-draft-regulation/358718

The Alliance of Independent Journalists has slammed the Communication and Information Ministry’s draft regulation on multimedia content, stating that it threatened freedom of the press.

“If the draft was passed, the Indonesian press would face a new era of bans and censorship,” stated the alliance in a press release.

The alliance, known as AJI, stated that the draft’s principle was to ban all internet providers from distributing illegal content and to require them to filer and block illegal content such as pornography and other content which was considered to be “violating decency.”

“The definition of illegal content poses dangers to the press, because there are no definitions about pornography and it could cause multiple interpretations,” AJI chairman Nezar Patria said.

Nezar said that there was nothing in the draft stating that the regulation would not be applicable to the press, even though the draft was contradictory to the Press Law.

“The journalism code of ethics is the only content regulation for press be it print, internet or broadcast,” Nezar said.

Meanwhile, a researcher with Imparsial said that the draft showed that the ministry was heading in the direction of becoming a New Order era censorship board.

“I think the Communication and Information Ministry would be like the Information Ministry during the New Order era,” Al Araf told Metro TV.

He said that multimedia regulation must also consider the public domain.

“The government must apply extra caution regarding the public domain and they must have strong reasons to apply such censorship,” he added.

Imparsial noted that the ministry under Tifatul Sembiring had issued two controversial drafts — the wiretapping draft and the multimedia content.

“The drafts did not have clear orientations and the ministry has a huge authority in both drafts. This is very orthodox and conservative,” he said.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Sharia Law Replaces Civil Law in Poor Indonesian Islands – Lewis Simmons

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Atheism 2.0 – Kaum tidak beragama Indonesia menemukan tempat perlindungan online (AFP)

Berikut ini adalah terjemahan akurat dari artikel AFP dalam bahasa inggris di http://bit.ly/1iyWSM yang muncul pada 24 Januari 2009 lalu. Banyak beredar terjemahan Bahasa Indonesia yang sudah termodifikasi untuk kepentingan-kepentingan pihak tertentu, yang disebarkan oleh Arrahmah.com, website jihad yang mengidolakan Osama bin Laden dan Noordin M Top.


JAKARTA (AFP) – Merokok secara betuntun di sebuah kedai kopi trendy sambil tidak mengindahkan panggilan sembahyang dari mesjid, para ateis Indonesia Didi dan Dewi memiliki sedikit kesabaran untuk kepercayaan sebagian besar rekan senegaranya.

Kedua wanita muda ini adalah penentang tak beriman di dalam negara bermayoritas Muslim terbesar di dunia, tetapi mereka hanya memberitahukannya kepada beberapa orang di dunia nyata.

Malahan, keduanya telah bergabung dengan sejumlah ateis muda Indonesia yang telah menemukan tempat perlindungan di internet, menggunakan media web sebagai situs jaringan sosial, mailing listblog dan wiki untuk berkomunikasi dengan orang-orang berpikiran-sama di sebuah negara dimana menyatakan ketiadaan Tuhan dapat menyebabkan seseorang dikucilkan.

“untuk saya secara pribadi (terkoneksi online) hanya untuk berbagi pikiran-pikiran saya dan untuk bertemu dengan orang-orang yang berpikiran seperti saya, karena saya tidak bertemu dengan banyak orang seperti itu dalam dunia nyata,” kata Didi, seorang arsitek berusia 29 tahun.

“Lebih mudah untuk mengatakan bahwa anda adalah gay daripada ateis”

Dewi, mahasiswi berusia 21 tahun yang tertarik pada debatan tajam terhadap agama dan takhayul, menyetujuinya. Dalam kehidupannya di Jawa Barat di bandung, ia merahasiakan ketidakberimanannya kepada semua orang kecuali teman-teman terdekatnya.

“Jika seseorang bertanya ‘apakah kamu tidak sembahyang?’, maka saya akan sembahyang. Itu adalah sembahyang yang bersifat politik,” jelasnya.

Kedua wanita ini, yang menolak memberikan nama asli mereka, terhubung online setiap hari untuk berdebat masalah agama dengan rekan sesama ateis mereka — dan beberapa orang-orang beragama yang cukup berani untuk menantang argumen-argumen mereka — dengan aman dari belakang layar computer mereka.

Ditanya akan menjadi apa dirinya tanpa internet, Didi tertawa: “Saya akan menjadi seorang ateis yang terkungkung sepenuhnya.”

Adalah mustahil untuk mengetahui jumlah ateis yang ada di Indonesia, sebuah negara berpenduduk 234 juta jiwa yang 90 persennya adalah Muslim, dan dimana orang tidak beragama secara resmi tidak ada.

Setiap warga negara Indonesia harus membawa sebuah kartu identitas yang menyatakan ketaatannya terhadap satu dari enam agama resmi — Protestan, Katolik, Islam, Budha, Hindu atau Konfusianisme (Konghucu) — dan kepercayaan terhadap “satu Tuhan” adalah ajaran pertama dari ideologi resmi nasional Pancasila.

Kematian lebih dari setengah juta jiwa orang selama penindasan berdarah Partai Komunis Indonesia dalam mengarahkan kebangkitan kekuatan diktator terdahulu Suharto pada tahun 1966 juga telah meninggalkan bekas.

Propaganda anti-komunis selama 32 tahun masa pemerintahan Suharto berarti ateis sering dicampurkan dengan komunis, tuduhan yang tajam di Indonesia, dimana paranoia Perang Dingin tidak pernah sepenuhnya hilang.

Stigma seperti itulah yang mendorong seorang guru berusia 25 tahun dari Sumatera Barat, dikenal sebagai “XYZMan,” untuk memulai sebuah email mailing list pada tahun 2004 untuk memungkinkan para ateis mendiskusikan keyakinan mereka. Daftar itu kini telah mencatat lebih dari 350 anggota.

Meskipun mailing list tersebut sukses, XYZMan mengatakan bahwa ia dipaksa untuk merahasiakan ke-ateis-an nya dalam dunia nyata, dan telah mengalami kegagalan pernikahan dengan seorang wanita Muslim berkaitan dengan ketidakberagamaannya.

“Jika semua orang mengetahui bahwa saya adalah seorang ateis, saya bisa saja kehilangan pekerjaan saya, keluarga dan teman-teman akan membenci saya,” ia menjelaskan dalam sebuah wawancara melalui email.

“Ada juga kemungkinan saya dapat diserang secara fisik atau dibunuh karena saya adalah seorang kafir (tidak beriman) dan darah saya halal (diijinkan untuk ditumpahkan) menurut ajaran Islam.”

Walaupun tidak banyak jumlahnya, para ateis Indonesia yang terhubung online telah cepat mengadaptasi apa yang disebut blog inovasi “Web 2.0”, wiki dan situs-situs jaringan sosial.

“Kami menggunakan segala sarana yang memungkinkan (Facebook, Friendster, Multiply, dll) untuk menunjukkan keberadaan kami, mengumpulkan orang-orang,” Karl Karnadi, mahasiswa Indonesia berusia 25 tahun yang sedang belajar di Jerman yang ada di balik banyak web project, mengatakan dalam sebuah pesan Facebook kepada AFP.

Selain menghubungkan para ateis, keberadaan web itu juga dimaksudkan untuk menghancurkan penghalang bahasa yang menyebabkan orang-orang Indonesia tidak mengenal penulis-penulis penting yang ateis seperti Richard Dawkins dan Christopher Hitchens, papar Karnadi. Wiki Ateis Indonesia (Indonesian Atheist) — dimana, seperti Wikipedia, para anggota secara kolektif berkontribusi dan memperbaiki isinya — berisi artikel-artikel berbahasa Indonesia dengan topik yang bervariasi dari evolusi sampai argumen untuk dan menentang agama dan pernyataan-pernyataan “deconversion” oleh teman-teman Indonesia.

“Wiki itu seperti sebuah ilmu pengetahuan kolektif, sesuatu yang kita harapkan dapat digunakan setiap kali kita mendiskusikan agama, mendebat para penganut kreasionisme,” kata Karnadi.

Kehadiran web ini juga berperan sebagai sejenis pelayanan pendukung. Grup Facebook juga membuka diskusi-diskusi tentang bagaimana cara memulai pembicaraan tentang agama dengan keluarga dan teman-teman, dimana banyak anggota mengakui bahwa mereka berpendapat tindakan paling bijaksana adalah untuk tetap “mengenakan topeng”.

Karnadi, sebelumnya adalah seorang pianis gereja yang sekarang kehilangan keyakinannya terhadap kekristenan, mengatakan bahwa tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan sebuah website terpusat untuk mengkoordinir para ateis dan menjangkau orang-orang Indonesia yang memiliki keraguan terhadap agama mereka.

Itu adalah sebuah tugas yang diakuinya jauh lebih mudah dilakukan dari luar negeri.

“Saya memiliki kebebasan saya disini… dan saya dapat melakukan apapun (membuat website ateis, komunitas, mengkritik agama dll) secara terbuka, tanpa takut akan hukuman penjara atau para fundamentalis yang akan membunuh saya,” jelasnya.

 


Catatan penerjemahan:

 

  • Ateisme di sini berarti ketidakpercayaan terhadap adanya Tuhan.
  • Ateis adalah orang yg tidak percaya terhadap keberadaan Tuhan.

14 Comments

Filed under Terjemahan Artikel

Acehnese against the passing of the stoning law

Translated from: http://berita.liputan6.com/daerah/200909/244226/Masyarakat.Aceh.Tolak.Pengesahan.Qanun.Rajam

Liputan6.com, Banda Aceh: A number of elements of society and nongovernmental organizations (NGOs) in Aceh rallied outside the Parliament Building of Nanggroe Aceh Darussalam, Monday (14/9). They protested the legislators whom they think passed the qanun or provincial regulation of stoning too hastily. The protesters felt that the community was hardly involved in formulating the regulations. They further pointed out that stoning is against the Helsinki peace agreement and is a blatant disregard of woman’s rights.

After the anti-qanun group dispersed, several pro-qanun students came to the Parliament House to show their support for the legalization of qanun. They carried posters stating that whoever against the qanun stoning is a common enemy.

Leave a comment

Filed under Uncategorized