Pengumuman dan FAQ terkait IAorg

Kami, Karl Karnadi sebagai pendiri Indonesian Atheists (selanjutnya disebut IA) beserta beberapa teman lain, berencana membuat suatu struktur organisasi formal untuk IA, selanjutnya program ini akan disingkat “IAorg”. Struktur formal di sini berarti ada visi misi, sistem kepengurusan (ketua, sekretaris, bendahara, dan sebagainya), kemudian ada Dewan Pengawas (english: Board) yg mengawasi dan membuat keputusan tertinggi terkait segala aktifitas dan keuangan IA. Di akhir proses transisi akan ada sistem pemilihan secara demokratis untuk menunjuk semua orang yg terlibat dalam kepengurusan.

Tahap transisi menuju sistem organisasi ini akan dilakukan dalam setahun ke depan, dan ditargetkan sebelum akhir 2014 (31 Desember 2014) IA sudah bisa berjalan secara otomatis sebagai suatu komunitas yang terorganisasi. Perhatikan bahwa ini baru pengumuman awal, lebih detil mengenai struktur organisasi, siapa saja yg masuk ke dalam tim pengurus, AD/ART (konstitusi organisasi), dan hal-hal lain akan disusun dan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.

Visi dan Misi IA

  • Visi: Negara Indonesia sebagai rumah bagi masyarakat yang damai, beragam, sekuler, dan rasional, yang berdasarkan prinsip hak-hak asasi manusia, khususnya kebebasan beragama dengan hak-hak yang setara bagi semua masyarakat Indonesia termasuk yang tidak beragama
  • Misi: Memperkenalkan keberadaan nonbelievers sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Menyediakan komunitas yang mendukung dan memberdayakan segenap nonbeliever di Indonesia. Mendukung penggunaan sains dan rasionalisme baik di dalam kebijakan publik maupun kehidupan sehari-hari

Berikut ini ada pertanyaan-pertanyaan yg mungkin kalian ajukan terkait IAorg. Bila ada pertanyaan yang belum terjawab silahkan tanyakan & halaman ini akan kami update setelahnya.

1. Mengapa harus dibentuk struktur organisasi formal untuk IA? Apakah yang menjadi motivasinya?

IA dimulai sebagai grup Facebook sederhana pada Oktober 2008, yg kemudian berkembang menjadi komunitas yang riil, dengan anggota yang mendukung satu sama lain, yang membantu mereka yg kesulitan, yang bekerjasama dalam mencapai berbagai mimpi-mimpi bersama yang ingin dicapai. Pertanyaan yg muncul adalah, seperti apa keberadaan IA 10 tahun lagi? atau 100 tahun lagi? Bagaimanakah kelanjutan IA setelah kita semua yang di sini sudah tidak ada?

Untuk terus eksis dan berkembang, suatu komunitas harus bertransformasi sebagai suatu struktur yang bisa berjalan sendiri tanpa tergantung orang-orang tertentu, yang jelas dan tegas dalam proses pengambilan keputusan, yang transparan dalam keuangan dan segala kegiatan yang dilakukan. Itulah yang ingin dicapai dengan pembuatan struktur formal IA ini

2. Apa saja manfaat yang bisa didapat dari membentuk sistem organisasi IA?

– a). Pengelolaan keuangan, media sosial, dan semua aktifitas terkait IA akan lebih terorganisir dan transparan

– b). Kelanjutan eksistensi IA di masa depan akan lebih terjamin karena tidak lagi bergantung pada tokoh atau anggota tertentu

– c). Sebagai wahana untuk memperjuangkan hak-hak nonbelievers di Indonesia

– d). Menampung ide dan aspirasi anggota terkait kegiatan IA, sekaligus membuka kesempatan untuk keterlibatan anggota IA dalam merealisasikan ide-ide maupun mengembangkan proyek dan aktifitas yang ada

– e). Memastikan bahwa kegiatan-kegiatan rutin seperti gathering (pertemuan lokal) lebih terkoordinir, terjamin dari segi keamanan, dan bisa dikembangkan melalui program-program atau kegiatan yang lebih terarah

– f). Menjadi penyedia sumber pengetahuan tentang berbagai topik dan mendistribusikannya pada anggota. Bisa dalam bentuk website/ blog, newsletter, kumpulan ebook, penjualan buku, dan dalam bentuk-bentuk lain.

3. Apakah anggota IA diharuskan mempercayai ataupun tidak mempercayai sesuatu, menganut ataupun tidak menganut suatu ideologi?

Tidak. IA diutamakan sebagai wadah bagi para nonbeliever secara umum, dengan itu tentu semua anggotanya diharapkan mendukung kesamaan hak dan menentang diskriminasi terhadap nonbelievers sebagai warga negara Indonesia. Di luar itu tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi anggota dari IA baik secara komunitas maupun organisasi. Ini berarti terbuka kesempatan bagi anggota untuk memperdebatkan berbagai isu di dalam IA. Diharapkan untuk tetap menjaga perdebatan tetap sehat, dan mengutamakan tujuan-tujuan yang bisa dicapai bersama.

4. Apakah pembentukan sistem organisasi IA ini membahayakan keselamatan anggotanya? Bagaimana status legalitasnya (status resmi berdasar hukum sebagai organisasi)?

Dengan perkembangan IA menjadi lebih terorganisir, justru kemampuan IA dalam memberikan suara di publik, dan untuk kemampuan dalam menyediakan advokasi hukum melindungi anggota yang terkena masalah dengan aparat atau kelompok radikal, akan jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Dengan adanya IA yang terorganisir lebih baik, ke depannya komunitas nonbelievers di Indonesia tidak akan lagi pasrah tidak berdaya dengan gencarnya diskriminasi yang ada. Resiko akan selalu ada, tetapi kemajuan atau perubahan ke arah yang lebih baik tidak akan pernah dicapai tanpa mengambil resiko dan berjuang sebaik-baiknya. Dengan adanya pilihan berdiam di tempat atau maju, IA memilih maju dan terus berkembang.

Mengenai status hukum, IA tidak akan mengajukan aplikasi untuk status resmi sebagai yayasan tanpa adanya dukungan dan perlindungan hukum yang mencukupi, yang mana ini tidak mungkin dicapai dalam waktu dekat.

5. Bagaimana persisnya timeline rencana ke depan? Seperti apa proses pembentukan struktur organisasi ini akan dijalankan?

Akan ada masa transisi selama 2013 sampai 2014.

Oktober-November 2013: Pembentukan tim Dewan Pengawas, yang kemudian dilanjutkan dengan penunjukkan Pengurus. Keduanya bersifat sementara dan hanya berlaku selama masa transisi:

  • Dewan Pengawas: Dewan yang bertugas mengawasi keuangan, mengangkat pengurus, sekaligus mewakili anggota IA dalam pengambilan keputusan-keputusan penting
  • Pengurus Harian: Orang-orang yg memastikan jalannya seluruh kegiatan IA: Ketua (akan terus dijabat oleh Karl sampai 2014), Sekretaris, Bendahara, dst, sampai pada penanggungjawab/ admin dari berbagai situs IA
  • Koordinator Wilayah: Yang bertanggungjawab atas gathering lokal di area tertentu, dan juga memberikan pertolongan awal bila terjadi sesuatu di wilayah yang menjadi tanggungjawabnya

Desember 2013 atau selambat-lambatnya awal 2014: Penyusunan dan pengumuman IA Strategic Plan 2014, yang merancangkan strategi dan segala program yang dilakukan oleh IA selama tahun 2014 dalam mencapai visi misinya

Dalam 2014: Akan disusun AD/ART dari IA yang berfungsi sebagai konstitusi yang memperinci apa saja yang perlu diperhatikan atau dilaksanakan dalam menjalankan segala kegiatan terkait IA. Diharapkan dokumen ini dapat mencegah konflik internal atau ambiguitas dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan IA

Akhir masa transisi sebelum 2014 berakhir: akan ada sistem keanggotaan, dan pemilihan secara demokratis untuk posisi kepengurusan IA. Mekanisme lebih detil untuk pemilihan akan dirancangkan dan diumumkan lebih lanjut di dalam masa transisi.

6. Apakah IA akan berafiliasi dengan organisasi lain?

Ya. IA telah berafiliasi dengan Atheist Alliance International (AAI) dimana pendiri IA (Karl Karnadi) adalah salah satu anggota Board of Directors dari AAI. IA juga berafiliasi dengan International Humanist and Ethical Union (IHEU), organisasi LSM internasional yang memiliki status konsultasi istimewa pada PBB. Ke depannya IA akan menjalin hubungan afiliasi dengan berbagai organisasi lain yang memliki visi dan misi serupa, yakni yang memperjuangkan hak-hak minoritas, baik dari organisasi nasional maupun internasional.

7. Apakah IA memerlukan pendanaan? Apa saja pengeluaran IA saat ini?

Ya. Status afiliasi pada AAI dan IHEU menghabiskan biaya sejumlah tertentu tiap tahunnya. Selain itu ada beberapa pengeluaran terkait website IA. Tidak lupa juga dibutuhkan dana simpanan untuk keperluan darurat seperti pengurusan cepat untuk advokasi hukum pada kasus-kasus seperti yang terjadi pada Alex Aan pd tahun 2012. Lebih lanjut untuk cara menyumbang, jumlah masing-masing pengeluaran, dan jumlah donasi yang diperlukan tiap tahunnya akan diberikan di kesempatan lain. Laporan keuangan dan rencana budget IA tiap tahun akan dikeluarkan oleh Bendahara, dan dikoreksi kemudian disahkan oleh segenap Dewan Pengawas.

Sekian dulu pengumuman ini. Mohon pengertian dan kesabarannya untuk segala ketidaksempurnaan yang akan muncul di masa transisi dan beberapa saat setelahnya. Pembelajaran dan kemajuan tidak akan mungkin dicapai tanpa terlebih dahulu melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut. Kami menyambut segala kritik dan saran terkait rencana IAorg ini. Kami berharap di akhir proses ini kita akan mendapatkan sebuah IA yang bukan hanya sebagai label sebuah komunitas, melainkan menjadi sebuah ‘ide’ yg terus eksis sepanjang masa, ide yang terus hidup karena terus diperjuangkan dan dikembangkan oleh segenap anggota dan pendukung IA.

-Karl Karnadi dan segenap admin IA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s