Ular-ular Berbisa, Belut-belut Licin dan Harun Yahya (Richard Dawkins)

Pada tahun 2006, saya adalah salah satu dari puluhan ribu sarjana akademi di seluruh dunia yang menerima, tanpa diminta dan sepenuhnya gratis, sebuah buku besar yang mewah berjudul Atlas of Creation (Peta Penciptaan) yang ditulis oleh seorang Turki pembela Muslim bernama Harun Yahya. Tesis dari buku tersebut, yang diterbitkan dalam sebelas bahasa, yaitu bahwa evolusi adalah palsu. ‘Bukti’ utama terdiri dari halaman demi halaman berisi foto-foto indah berbagai fosil hewan, dimana masing-masing fosil tersebut disertai dengan hewan modern yang setara yang disebutkan tidak berubah sama sekali sejak waktu terbentuknya fosil itu. Ini adalah buku berformat besar, buku-meja yang tebal dengan lebih dari 700 halaman high-gloss berwarna. Biaya produksi untuk buku semacam itu pastilah sangat tinggi, dan orang akan melompat terkejut bertanya-tanya darimana uang untuk memproduksinya lalu dibagi-bagikan secara gratis dalam begitu banyak eksemplar dan bahasa.

Mengingat bahwa seluruh pesan yang disajikan dalam buku itu mengandalkan pada dugaan kemiripan antara binatang modern dan fosil pasangannya, saya merasa geli, ketika saya mulai membolak-balik secara acak, dan menemukan halaman 468 yang diperuntukkan bagi “belut”, satu fosil dan satu hewan modern. Tertulis dalam penjelasan gambarnya,

Terdapat lebih dari 400 spesies belut dalam ordo Anguilliformes. Bahwa belut-belut itu tidak mengalami perubahan apapun dalam jutaan tahun, sekali lagi menunjukkan tidak berlakunya teori evolusi.

Fosil belut yang ditunjukkan mungkin saja memang seekor belut, saya tidak yakin. Namun ‘belut’ modern yang ditunjukkan Yahya dalam foto tidak diragukan lagi bukanlah seekor belut melainkan seekor ular laut, kemungkinan jenis Laticauda yang sangat beracun (seekor belut, tentu saja, bukan ular melainkan ikan yang termasuk dalam kelas teleost). Saya belum men-scan buku itu untuk ketidaktepatan lain yang sejenis. Tetapi mengingat ini hampir merupakan halaman pertama yang saya lihat: Seberapa bernilaikah tesis buku ini yang mengatakan bahwa hewan-hewan modern tidak berubah sejak zaman pasangan fosil-fosil mereka?

Secara kebetulan, pada Mei 2008 Harun Yahya, yang nama sebenarnya adalah Adnan Oktar, dihukum di sebuah pengadilan Turki untuk menjalani tiga tahun penjara “karena menciptakan sebuah organisasi ilegal untuk kepentungan pribadi”

Catatan yang ditambahkan pada 8 Juli

Kini saya telah melihat beberapa halaman lagi dari buku yang tidak masuk akal ini. Halaman ganda yang membentang pada halaman 54-55, 368-369, dan 414-415 semuanya diberi label ‘Crinoid’, dan semua ditujukan untuk menunjukkan betapa serupanya fosil semua crinoid kuno dengan yang modern. Hewan-hewan yang termasuk dalam divisi Crinoid adalah kerabat dekat bintang laut, anggota Echinodermata. Ketiga pemaparan itu memiliki penjelasan yang hampir sama. Ini yang tertulis pada halaman 54:

Fosil crinoid yang berusia 345 juta tahun ini, identik dengan pasangan-pasangannya yang masih hidup, menjadikan teori evolusi tidak berlaku. Crinoid-crinoid yang tidak berubah selama 345 tahun membuktikan ketidakbenaran teori evolusi, menyatakan penciptaan Tuhan sebagai fakta.

yahya2

yahya2

Dan ketiga paparan gambar tersebut menampilkan foto berwarna indah dari crinoid-crinoid modern untuk mengilustrasikan maksudnya. Kecuali bahwa, dalam ketiga kasus itu, hewan modern yang ditunjukkan dalam foto bukan crinoid. Bahkan bukan echinodermata. Malahan bukan deuterostome (sub-kerajaan dimana echinodermata, dan kita, termasuk di dalamnya). Para pembaca yang adalah zoologist akan mengenalinya sebagai cacing annelid berbadan silinder, seekor sabellid.

Pada halaman 402, terdapat empat foto fosil, dengan benar dinamai Brittlestar. Brittlestar adalah salah satu kelas utama echinodermata, selain bintanglaut, bulu babi, dan crinoid. Sekali lagi, kita menemukan kutipan penciptaan yang standar:

Fosil berumur 180 juta tahun ini menunjukkan bahwa brittlestar tetap sama selama 200 juta tahun. Hewan-hewan ini, tidak ada bedanya dengan yang hidup sekarang, sekali lagi membuktikan ketidakbenaran evolusi.

Disini kita tidak hanya menemukan satu tetapi dua foto hewan hidup untuk menggambarkan tidak adanya perbedaan dengan fosil-fosil. Salah satu dari hewan modern ini adalah brittlestar. Yang lainnya adalah seekor bintang laut! Anggota dari kelas echinodermata yang sama sekali lain dan jelas-jelas sangat berbeda bahkan hanya dengan melihat sekilas.

Akhirnya, PZ meminta perhatian pada Pharyngula, tetapi saya menyertakan sebuah foto untuk lengkapnya. Pada halaman 244, Yahya ingin mengatakan bahwa lalat caddis tidak berubah sejak sejumlah serangga berumur 25 juta tahun terawetkan dalam batu amber. Sekali lagi, keterangannya:

Makhluk-makhluk hidup ini bertahan selamat selama jutaan tahun tanpa perubahan sedikitpun pada strukturnya. Kenyataan bahwa serangga-serangga ini tidak pernah berubah adalah tanda bahwa mereka tidak pernah berevolusi.

Sekarang, saatnya kita mengharapkan sesuatu yang cukup bagus saat kita melihat foto hewan modernnya. Seperti apa ‘lalat caddis’ modern itu? Seekor ikan air tawar mungkin? Seekor siput kebun? Seekor udang besar? Tidak, malah lebih bagus lagi: Seekor umpan pancing, lengkap dengan kait besi yang menyolok!

Saya kewalahan untuk menyesuaikan nilai produksi buku yang mahal dan glossy ini dengan “kebodohan yang menyesakkan” yang menjadi isinya. Apakah benar kebodohan, atau hanya kemalasan – atau mungkin kesadaran sinis dari ketidakpedulian dan kebodohan pembacanya yang jadi sasarannya – kebanyakan adalah para Muslim kreasionis (yang percaya pada cerita penciptaan). Lalu darimanakah uangnya berasal?

Catatan tambahan penerjemahan

Ordo Anguilliformes: Ordo ikan panjang yang terdiri dari belut-belut. Semua ikan dalam ordo ini memiliki tubuh menyerupai-ular dan siripnya tidak bertulang panggul. Ordo ini termasuk juga belut air tawar (Anguilidae), belut moray (Muraenidae), dan belut conger (Congridae). (sumber: http://encyclopedia.farlex.com/order+Anguilliformes)

Crinoid: http://en.wikipedia.org/wiki/Crinoid

Cacing Annelid : Cacing dengan tubuh silinder yang bersegmen secara internal maupun eksternal. (sumber: Wordweb dictionary)

Diterjemahkan dari: http://richarddawkins.net/articles/2833

2 Comments

Filed under Terjemahan Artikel

2 responses to “Ular-ular Berbisa, Belut-belut Licin dan Harun Yahya (Richard Dawkins)

  1. novaya haikal

    an useful info . Thanks .

  2. Hendra

    Gw ingat, dulu waktu zaman kuliah ada temen kos-kosan yang segitu semangatnya nawarin VCD Harun Yahya. Dia bilang… ayo, ayo, kita nonton bareng. Ini penting banget lho, “Runtuhnya Teori Evolusi”. Sayang waktu itu gw belum begitu mendalami buku-buku Dawkins, Dennett, Hitchens, Harris, dan para ilmuwan beneran yang sepanjang hidupnya mendalami biologi evolusioner dan filosofi agama. Jadi waktu itu gw nggak sempet berdiskusi dan berdebat tentang Harun Yahya. Cuman pastinya dari dulu juga gw tahu kalo Harun Yahya ini seorang charlatan. Di mata orang yang seumur hidupnya diindoktrinasi oleh satu sudut pandang, visualisasi buku dan video Harun Yahya tentunya sangat menarik, tapi bagi mereka yang menyempatkan diri untuk sejenak berpikir, bertanya, menganalisis dan mengkaji kebenaran dan keabsahan hipotesis Harun Yahya, ada terlalu banyak kesalahan menyesatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s